Jakarta- Perayaan Natal ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga, dengan subtema “Bersatu dan Berdampak bagi Sesama”. Acara tersebut turut dihadiri secara langsung oleh Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, serta diikuti sekitar 1.500 umat Katolik asal Maluku dan Maluku Utara dari berbagai wilayah di Jabodetabek.
Ketua Panitia Natal Bersama, Anakletus Fasak di sela selah acara yang berlangsung menyampaikan kepada media ini saat di wawancarai mengatakan bahwa, kegiatan ini menjadi momentum awal bagi keluarga Katolik Maluku dan Maluku Utara di Jabodetabek untuk membangun wadah kebersamaan yang selama ini belum pernah ada.
Ini sebenarnya adalah langkah awal bagi kami sebagai keluarga Katolik. Selama ini umat Katolik asal Maluku dan Maluku Utara memang sudah lama ada di Jabodetabek, tetapi perkumpulan seperti ini belum pernah ada. Karena itu, kami merasa penting untuk membangun kebersamaan umat Katolik yang berasal dari Maluku dan Maluku Utara,” ujar Anakletus kepada media ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anakletus Fasak yang merupakan Mantan Ketua Presidium PMKRI Maluku ini menjelaskan bahwa, Maluku dan Maluku Utara dipilih karena keduanya merupakan satu keuskupan wilayah gerejawi. Kehadiran sekitar 1.500 peserta dalam perayaan perdana ini, menurutnya, menjadi hal yang sangat istimewa serta akan membawa dampak positif bagi sesama umat bersaudara yang ada selama ini di Jabodetabek.
“Ini merupakan kegiatan perdana dan menjadi sesuatu yang berbeda bagi kami. Walaupun persiapan kami sebagai panitia penyelenggara, hanya mempunyai waktu sekitar satu bulan, tetapi kami bisa mendatangkan umat dari Bogor Bandung hingga Tangerang,” kata Anakletus Fasak.
Anakletus mengaku sangat terharu melihat antusiasme umat yang hadir, mengingat selama ini masyarakat Maluku dikenal tersebar di berbagai daerah dan sulit untuk dihimpun dalam satu kegiatan besar seperti ini.
Saya merasa terharu sekaligus merasa bangga, karena orang-orang Maluku itu ada di mana-mana. Tapi untuk merangkul semuanya seperti ini sangat sulit. Karena itu, kami memulai dari dalam, dari komunitas kecil kami sebagai umat Katolik. Harapannya, nanti kami bisa berdampak bagi saudara-saudara kami di luar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan Natal bersama ini direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi umat kita yang ada di Jabodetabek.
“Ini bukan program wajib yang harus selalu dilaksanakan, tetapi akan disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, kami juga sudah merencanakan kegiatan lain, termasuk membangun kerja sama dengan kementerian-kementerian terkait untuk bisa melihat kami masyarakat Maluku maupun Maluku utara,” jelas Anakletus.
Salah satu bentuk kerja sama yang direncanakan adalah dengan Kementerian Hak Asasi Manusia, terutama terkait isu-isu pelanggaran HAM di Maluku.
Menurut Tokoh muda asal kabupaten Kepulauan Tanimbar yang saat ini juga menjabat sebagai salah satu pengurus pusat Pemuda Katolik perwakilan Provinsi Maluku Dan Maluku Utara, menyampaikan bahwa, Kemarin kami sudah bertemu dengan pihak kementerian. Isu-isu seperti pelanggaran HAM, termasuk persoalan tambang emas di Provinsi Maluku, menjadi perhatian serius dan dinilai relevan bagi kami,” serta permasalahan baik itu dari segi pembangunan lapangan kerja maupun ekonomi serta masalah masalah sosial lainnya ke depan akan menjadi perhatian serius bagi kami yang ada di Jabodetabek untuk bisa menyuarakan itu semua kepada pemerintah pusat.
Adapun terlihat para undangan serta tokoh tokoh yang hadir dalam kegiatan Natal bersama ini adalah Sekretaris DITJEN BIMAS Katolik, Uskup Diosis Amboina, Sekretaris Keuskupan Amboina, pengacara kondang yang juga merupakan Mantan wakil Sekjen Pengurus Pusat yaitu Bapak Cosmas Refra SH, ada juga tokoh muda asal Tanimbar yaitu Dr. Kelvin Keliduan, S.H., M.H. Ketua Umum PAB Berty Key atau Angle Bertus (Bang Berti) Walikota Jakarta Timur, ada Tokoh Muslim yang juga seorang Pendakwa yang hebat dan yang sangat dekat dengan masyarakat dari Maluku yaitu Habib Kribo atau Habib Zen Assegaf, ada juga mantan Ketua presidium PMKRI Ambon Retob, terlihat juga figur yang muda asal Maluku Tenggara Tuce Key Pengurus Pusat GAMKI, serta para Pastor dan Suster Asal Keuskupan Amboina yang bertugas dan Study di Jabodetabek.(**)












