
Saumlaki, – Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Kepulauan Tanimbar Mendesak Pemeritah Daerah agar Segera Mengoperasikan Pasar Ngrimase demi memacu pertumbuhan ekonomi lokal. Hal Ini disampaikan Oleh Ketua Terpilih KNPI Alex Belay. Secara Tegas Aleksander Belay Meminta kepada Pemerintah daerah untuk bisa Konsisten Soal Janji Kadis Cipta Karya dada Tahun 2025 kemarin, dimana Kadis Cipta Karya A.Jaolath Menyampaikan dengan tegas bahwa Pasar Ngrimase akan beroperasi di bulan Mei, namun hingga kini pasar Ngrimase ini tak juga kunjung di pergunakan.
Hal ini menujukan bahwa Kadis sangat tidak berkompeten serta tidak berkualitas. Peristiwa ini menandakan bahwa lemahnya lemahnya koordinasi.
Belay nahakan menduga jangan sampai ada unsur kesengajaan juga dalam memperlambat Operasinya Pasar Rakyat Ngrimase, Sehingga Para Penjual Sayur dan hasil Pertanian lainnya tetap di pasar milik salah satu pengusaha di TANIMBAR yang berlokasi di Pengeringan. Ini semua mungkin saja, kalau tidak demikian lalu kadis mau memberikan alasan apa lagi, tanimbar raya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebetulnya kita sangat rugi dalam mendapatkan PAD, kenapa demikian, Karena tentu retribusi masuk Ke Pihak Swasta,. namun Jika Telah Operasinya Pasar Ngrimase maka hal ini akan memacu pertumbuhan ekonomi baru dan perluasan lapangan kerja serta akan dapat menambah kelompok usaha baru…dengan Sendrinya Ekonomi di Tanimbar akan bangkit dan pulih.
KNPI juga memberikan peringatan keras agar pengelolaan pasar oleh pihak ketiga dilakukan secara profesional dan transparan, guna menghindari praktik nepotisme atau penunjukan “sanak famili” secara diam-diam.
Berikut ini adalah detail poin tuntutan dan sorotan dari KNPI Tanimbar:
– Percepatan Operasional untuk Ekonomi Rakyat. KNPI menilai penundaan pengoperasian pasar menghambat perputaran ekonomi para pedagang kecil. Sebelumnya, para pelaku usaha di Saumlaki telah diminta bersabar menanti peresmian oleh pihak Pemerintah Daerah namun Hingga Kini Belum terwujud
– Transparansi Pengelolasn Pihak Ketiga, KNPI menyoroti mekanisme pemilihan pihak ketiga yang akan mengelola pasar. Mereka menuntut proses seleksi yang terbuka dan berbasis kompetensi, bukan berdasarkan kedekatan personal atau hubungan kekeluargaan (nepotisme). Namun disisi Lain KNPI juga menyarankan agar Kalau Bisa Dikelolah oleh BUMD Atau Salah Satu UPTD dibawa Dinas Teknis Justru Lebih Baik Sehingga PAD Juga Meningkat.
– KNPI juga meminta agar pengoperasian pasar Rakyat Ngrimase sangat penting, mengingat peristiwa kebakaran hebat yang melanda Pasar Ngrimase pada 23 Agustus 2025, yang telah melahap sekitar 50 kios dan itu sangat berdampak pada sedikitnya 106 kepala keluarga yang hidupnya bergantung pada pasar sebagai sentral mencari ekonomi.
Sebagai wadah berhimpun pemuda, KNPI menyatakan akan terus mengawal kebijakan Pemda Tanimbar agar fasilitas publik yang dibangun dengan uang rakyat benar-benar dapat dikelola untuk kesejahteraan umum, bukan kepentingan kelompok tertentu. (**)













