Tribunmaluku.com, BANDUNG, 13 Februari 2026 – Dalam rangka memperkuat persatuan bangsa melalui kekayaan budaya, sebuah acara bertajuk “Mozaik Imlek Nusantara, Imlek sebagai Perekat Nusantara” sukses digelar hari ini di Galeri PlaAstro, Yayasan Budaya Individu Spesial.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Imlek Festival Nasional “Harmoni Imlek Nusantara”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dihadiri oleh sejumlah tokoh, budayawan lintas suku dan agama, termasuk Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung, Bapak Ir. H. Adi Junjunan Mustafa, M.Sc.,
Perayaan ini menggarisbawahi bahwa Imlek di Indonesia bukan sekadar ritual etnis, melainkan bagian dari identitas nasional yang menunjukkan akulturasi budaya Tionghoa dengan kearifan lokal.
Sinergi Panitia IPTI Jawa Barat untuk mensukseskan acara ini tidak lepas dari peran aktif jajaran pengurus IPTI Jawa Barat yang bertindak sebagai panitia pelaksana, di antaranya:
• Maria Novia Abigail ( Via Mey Chen ) – Ketua DPW IPTI Jawa Barat
• Viddy Chrisanto – Wakil Sekretaris Wilayah IPTI Jabar
• Tias Citra Mawarni – Sekretaris Umum IPTI Jabar
• Abdus Sakur – DPC IPTI Kota Bandung
• Ronal P Kumala – Departemen Pariwisata IPTI Jabar
• Arsen Ferdinan Sofian – Departemen Hukum dan Advokasi
– Virgan Geraldy – Kepala Sekretariat Anggota IPTI Jabar
• Handy Pratama – Departemen Pertahanan & Keamanan IPTI Jabar
Sorotan Utama Acara
Rangkaian acara dibuka dengan atraksi Bangrongsai dari Union Sport Lion Dance dimana ada 2 orang pemain adalah Individu Spesial (Down Syndrom & Tunarungu), adanya Barongsai merupakan simbol keberuntungan, kemakmuran, keberanian, dan kekuatan .
Selain seremonial, agenda utama meliputi:
• Talkshow Inklusi: Menghadirkan narasumber Via Mey Chen (IPTI), Ibu Melok Besari (CBN), dan Ko Candra (PSMTI) yang membahas kepedulian inklusi di hari Tahun baru baru Imlek .
Sesi hiburan : Penampilan Seni Individu Spesial: Kolaborasi internal Yayasan berupa tarian tunadaksa, puisi, dan penampilan tunanetra sebagai simbol kesetaraan.
• Deklarasi Toleransi: Penyerahan simbolis Hanzi FU , MAN , WANG , serta penandatanganan kolaborasi toleransi sebagai komitmen bersama menjaga kerukunan bangsa.
“Melalui acara ini, diharapkan perayaan Imlek tidak hanya dilihat sebagai ritual seremonial, tetapi sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga bangsa tanpa memandang latar belakang suku maupun agama,”
“Kami ingin Imlek dapat dirasakan sebagai kebahagiaan bersama, bukan hanya milik satu kelompok, melainkan milik seluruh masyarakat yang hidup berdampingan dalam damai. Semoga Mozaik Imlek Nusantara menjadi jembatan kasih, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan harapan baru bagi kita semua,” ujar Ketua IPTI Jawa Barat.













