DPD KNPI KKT ANCAM BOIKOT PELETAKAN BATU PERTAMA (GROUNDBREAKING )

- Penulis

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


SAUMLAKI – Kini Rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek strategis nasional Blok Masela yang akan di lakukan oleh Inpex Masela Ltd saat ini mendapat sorotan tajam dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di bawa pimpinan ketua umumnya, Ryano Panjaitan dengan ketua DPD yang baru terpilih yaitu Alex Belay.

Menurut Alex Belay Proyek raksasa yang digadang-gadang akan mengubah wajah ekonomi Maluku ini dinilai masih sangat eksklusif dan sangat minim dalam melibatkan masyarakat lokal sendiri.
Ketua KNPI yang baru saja terpilih ini menegaskan bahwa hingga saat ini, geliat partisipasi dari masyarakat di daerah terdampak masih sangat sepi. Padahal, tahapan proyek ini sudah mulai mendekati momentum krusial.
“Kita mendengar kabar groundbreaking sebentar lagi akan dilaksanakan, tapi di lapangan, atmosfer keterlibatan masyarakat lokal nol besar sama sama sekali. Inpex terkesan berjalan sendiri tanpa membangun jembatan partisipasi yang nyata dengan pemuda dan warga setempat,” tegasnya kepada media hari ini (12/02/2026).
“Tanda Bahaya bagi Harmonisasi Daerah”

KNPI menilai kondisi “sepi partisipasi” ini merupakan pertanda buruk bagi keberlanjutan proyek raksasa ini ke depan nantinya. Menurut mereka, jika sejak awal masyarakat hanya menjadi penonton, maka akan potensi menimbulkan konflik maupun gesekan sosial di masa mendatang akan sangat tinggi.
Hal ini disebabkan karena beberapa Hal diantaranya:
”Minimnya Informasi’
 Sosialisasi mengenai peluang kerja dan keterlibatan vendor lokal sendiri dianggap tidak transparan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Eksklusivitas Korporasi’
 Inpex dituding terlalu tertutup dalam membangun komunikasi dengan berbagai elemen organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan di daerah ini, bahkan Tokoh Agama,Tokoh Pemuda dan Masyarakat Serta tokoh adat tidak untuk diajak agar bisa Duduk Bersama Pun agar dapat Menyampaikan segala Kegelisahan yang ada maupun yang telah terjadi hal ini pun tak Digubris, ini artinya Ruang Komunikasi yang Baik Sepertinya tidak lagi dibutuhkan oleh pihak Inpex, Oleh-nya itu Harus Dengan cara lain, dan KNPI sudah siap melakukan itu, karena ada beberapa dasar pikir yang cukup untuk menjadi kegelisaan.

”Ancaman Marginalisasi’
Tanpa skema pemberdayaan yang jelas sebelum groundbreaking, warga lokal sangat dikhawatirkan hanya akan mendapat dampak lingkungan tanpa menikmati nilai ekonomi yang signifikan.

”Tenaga Kerja Lokal Minim’
Rata rata Tenaga Kerja Mulai dari Vendor vendor yang sementara beralan rata – rata mereka bukan berasal dari TANIMBAR, hal ini menjadi kegelisahan kami semenjak dulu. Bahkan pelatihan dan diklat serta bahkan Pemda juga berikan Beasiswa bagi Mahasiswa yang Ikut kuliah di Cepu, Alhasil Anak Anak TANIMBAR tersebut Bagai Asing Di Negeri Ini.

“Jangan sampai groundbreaking hanya menjadi seremoni pejabat di atas panggung, sementara masyarakat di bawah tetap merasa asing dengan apa yang dibangun di tanah mereka sendiri. Ini pertanda tidak baik. Inpex harus segera membuka diri,” tegas Ketua KNPI Alex Belay dengan tegas.

Saat ini KNPI mendesak pemerintah daerah dan pusat untuk mengevaluasi komitmen Local Content (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang dijanjikan Inpex agar tidak sekadar menjadi janji manis di atas kertas’.
*Aksi Jalanan akan di Gelar*
Belay sendiri menyatakan jika hal Ini masi terus dibiarkan serta di teruskan maka kami akan melakukan aksi yang besar guna memboikot kegiatan Groundbreaking tersebut guna mendapatkan kepastian yang jelas bahwa dalam partisipasi masyarakat lokal terus diabaikan menjelang dimulainya proyek fisik tersebut tutup Belay kepada media ini. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tribun-malukutenggararaya.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar mendesak Pemerintah Daerah segera mengoperasikan Pasar Rakyat Ngrimase
MELINDUNGI KELUARGA PENGUASA, MALISNGORAN BERLAGAK AMNESIA
Momen Natal Bersama Masyarakat Maluku Dan Maluku Utara Se Jabodetabek Di Jakarta.
Komunitas Teksutera Gelar Kegiatan Rutin Literasi di Bojongpicung, Dorong Peran Aktif Generasi Muda Cianjur
Keamanan Dipersoalkan, Pengunjung Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Security Pacific Palace
Di Duga Kuat Otak Biang Kerok Dari Prostitusi On Line Di Apartemen THE SWEET METRO Adalah Beby Ratu Oktafia
Satu Ormas Mendapat Perlakuan Istimewa “Pemda KKT Dituding Tidak Netral” Ini Sebuah Diskriminasi, Ada Apa Dengan Bupati KKT.
Menurut Akademisi Kepemimpinan Ricky Jauwerissa Mulai Menggunakan Tangan Besi.
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:22 WIT

DPD KNPI KKT ANCAM BOIKOT PELETAKAN BATU PERTAMA (GROUNDBREAKING )

Senin, 9 Februari 2026 - 18:23 WIT

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar mendesak Pemerintah Daerah segera mengoperasikan Pasar Rakyat Ngrimase

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:51 WIT

MELINDUNGI KELUARGA PENGUASA, MALISNGORAN BERLAGAK AMNESIA

Senin, 19 Januari 2026 - 00:13 WIT

Momen Natal Bersama Masyarakat Maluku Dan Maluku Utara Se Jabodetabek Di Jakarta.

Minggu, 14 Desember 2025 - 08:16 WIT

Keamanan Dipersoalkan, Pengunjung Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Security Pacific Palace

Berita Terbaru