IPTI Jawa Barat dan Yayasan Individu Spesial Gelar “Mozaik Imlek Nusantara” sebagai Wujud Perayaan Inklusif

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribunmaluku.com, Bandung – Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) Jawa Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat keberagaman dan memperkuat semangat kebersamaan melalui kolaborasi bersama Yayasan Individu Spesial dalam perayaan Imlek Nusantara bertajuk “Mozaik Imlek Nusantara.”

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas budaya, lintas generasi, serta lintas kemampuan. Perayaan Imlek tidak hanya dimaknai sebagai tradisi etnis, tetapi sebagai momentum kemanusiaan yang meneguhkan nilai inklusivitas, toleransi, dan harmoni dalam keberagaman Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, tokoh budaya Sunda yang dikenal sebagai sesepuh dari Kawargian Abah Alam (KAA), serta perwakilan organisasi lintas budaya, agama, dan suku, termasuk Komunitas Cinta Budaya Nusantara.

Ketua IPTI Jawa Barat, Maria Novia Abigail (Via Mey Chen), menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan perayaan Imlek yang terbuka dan ramah bagi seluruh kalangan, termasuk individu spesial.

“Di tengah keberagaman Indonesia, perayaan Imlek Nusantara mengajarkan kita bahwa perbedaan bukanlah jarak, melainkan jembatan untuk saling memahami. Mozaik budaya yang kita miliki hari ini terbentuk dari hati yang mau membuka diri, saling menghormati, dan merayakan kemanusiaan di atas segalanya.”

“Ketika kita berbicara tentang toleransi, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang keberanian untuk melihat setiap individu — termasuk individu spesial — sebagai anugerah yang memperkaya warna kehidupan kita. Mereka bukan untuk dikasihani, tetapi untuk dirangkul, diberi ruang, dan dihargai martabatnya sebagai bagian utuh dari masyarakat.”

“Semoga semangat Imlek tahun ini tidak hanya berhenti pada lampion yang menyala, tetapi juga menyalakan empati di dalam hati kita. Agar Indonesia terus menjadi rumah yang hangat, tempat setiap budaya diterima, setiap perbedaan dihormati, dan setiap jiwa merasa berarti.”

Melalui kebersamaan ini, IPTI Jawa Barat berharap nilai-nilai toleransi, inklusivitas, kasih, penerimaan, dan persaudaraan semakin dirasakan luas oleh masyarakat.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Individu Spesial menyampaikan apresiasi atas ruang partisipasi yang diberikan. Keterlibatan individu spesial dalam perayaan budaya menjadi simbol bahwa setiap insan memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berekspresi, dan dirayakan keberadaannya.

Rangkaian acara “Mozaik Imlek Nusantara” diisi dengan pertunjukan seni budaya, penampilan kreatif individu spesial, refleksi nilai-nilai Imlek, serta interaksi hangat antar komunitas. Suasana penuh sukacita dan kebersamaan semakin menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang menyatukan.

Melalui momentum ini, IPTI Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program budaya dan sosial yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.

“Merawat Kebhinekaan untuk Indonesia.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tribun-malukutenggararaya.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPD KNPI KKT ANCAM BOIKOT PELETAKAN BATU PERTAMA (GROUNDBREAKING )
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar mendesak Pemerintah Daerah segera mengoperasikan Pasar Rakyat Ngrimase
MELINDUNGI KELUARGA PENGUASA, MALISNGORAN BERLAGAK AMNESIA
Momen Natal Bersama Masyarakat Maluku Dan Maluku Utara Se Jabodetabek Di Jakarta.
Keamanan Dipersoalkan, Pengunjung Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Security Pacific Palace
Di Duga Kuat Otak Biang Kerok Dari Prostitusi On Line Di Apartemen THE SWEET METRO Adalah Beby Ratu Oktafia
Satu Ormas Mendapat Perlakuan Istimewa “Pemda KKT Dituding Tidak Netral” Ini Sebuah Diskriminasi, Ada Apa Dengan Bupati KKT.
Menurut Akademisi Kepemimpinan Ricky Jauwerissa Mulai Menggunakan Tangan Besi.
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:21 WIT

IPTI Jawa Barat dan Yayasan Individu Spesial Gelar “Mozaik Imlek Nusantara” sebagai Wujud Perayaan Inklusif

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:22 WIT

DPD KNPI KKT ANCAM BOIKOT PELETAKAN BATU PERTAMA (GROUNDBREAKING )

Senin, 9 Februari 2026 - 18:23 WIT

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar mendesak Pemerintah Daerah segera mengoperasikan Pasar Rakyat Ngrimase

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:51 WIT

MELINDUNGI KELUARGA PENGUASA, MALISNGORAN BERLAGAK AMNESIA

Minggu, 14 Desember 2025 - 08:16 WIT

Keamanan Dipersoalkan, Pengunjung Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Security Pacific Palace

Berita Terbaru