Malaekat Tak Bersayap Itu Benar Ada” Beliau Merupakan Tokoh Penyejuk Bagi Setiap Mereka Yang Di Tolongnya.

- Penulis

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Oleh : Gillang Kelyombar.

Jakarta _ Menjelang hari raya, semua bersiap menyambutnya. Ada yang dengan menyiapkan baju terbaik untuk diri dan keluarga, dekorasi rumah terbaik, hidangan terbaik untuk menyambut siapapun yang akan datang, uang untuk dibagikan kepada anak-anak kecil dan kerabat. Semuanya jika kita lakukan dengan niat ikhlas karena Allah, akan mengantarkan kita pada rida dan cinta-Nya, sebab itu bagian dari mengagungkan syiar agama.

Disaat masyarakat serta warga yang lain sedang sibuk melakukan persiapan mudik Lebaran bersama sanak famili serta keluarga dan juga mungkin sebagian yang lainnya sedang sibuk menghabiskan uang mungkin hanya untuk di belanjakan demi menyambut hari yang penuh dengan berkat bagi umat muslim yang mungkin saat ini tidak melakukan perjalanaan mudik dan lebih memilih merayahkannya bersama keluarga mereka di Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kali ini penulis ingin menceritakan kisah nyata yang di alami secara langsung oleh sang penulis.
Penulis sendiri adalah penganut agama Keisten Katolik Perspektif Kehidupan Nyata: Nama-nama telah diubah untuk menjaga privasi. Jika ada nama yang sama, itu adalah faktor diluar kontrol penulis.

Sebagai orang tua, Tuhan telah memberi kita tanggung jawab suci atas iklim rumah kita. Kita sering fokus pada membuat tubuh anak-anak kita kuat atau pikiran mereka tajam, tetapi terkadang kita mengabaikan kerapuhan jiwa mereka. “Hati yang lemah” pada seorang anak bukanlah kurangnya stamina fisik; itu adalah jiwa yang telah layu di bawah beban kritik yang terus-menerus, harapan yang tidak realistis, atau pengabaian emosional.

Ketika kita “memprovokasi” anak-anak kita—melalui kekerasan, ketidakadilan, atau menahan kasih sayang—kita tidak sedang membangun “ketangguhan”. Kita sebenarnya sedang menguras cadangan keberanian yang mereka butuhkan untuk menghadapi dunia yang rusak. Tuhan memanggil kita untuk menjadi tempat perlindungan bagi mereka dimana mereka dapat merasa aman dan nyaman, bukan badai yang mematahkan sayap mereka sehingga mereka berhenti mencoba untuk terbang untuk menggapai mimpi mereka.

Tanyakan pada diri sendiri: Apakah rumahku merupakan tempat pelatihan di mana aman untuk gagal, atau ruang sidang di mana setiap kesalahan dituntut? Hati yang kuat dibangun di atas fondasi cinta yang aman. Ketika seorang anak tahu bahwa mereka dicintai tanpa memandang kinerja mereka, hati mereka menjadi tangguh. Ketika cinta bersyarat, hati mereka menjadi rapuh.

Menjelang hari raya, semua bersiap menyambutnya. Ada yang dengan menyiapkan baju terbaik untuk diri dan keluarga, dekorasi rumah terbaik, hidangan terbaik untuk menyambut siapapun yang akan datang, uang untuk dibagikan kepada anak-anak kecil dan kerabat. Semuanya jika kita lakukan dengan niat ikhlas karena Allah, akan mengantarkan kita pada rida dan cinta-Nya, sebab itu bagian dari mengagungkan syiar agama.

Tidak semua hubungan dekat (persahabatan, pernikahan, persaudaraan, dll) memberi manfaat dan kekal berlanjut sampai tempat keabadian.

Hubungan yang dilandaskan ketakwaan, ialah yang menolongmu untuk berjalan di atas jalan Allah; yang jika melihatmu berada dalam kebaikan ia membantumu dan jika melihatmu dalam kesalahan ia menasihatimu serta menuntunmu kembali.

Kalau kamu ingin kelak tetap berkumpul dengan mereka yang dicintai saat di dunia, maka landaskan hubunganmu karena Tuhanmu. Begitu juga dengan keterbatasan tidak seharusnya mematikan peluang. Kesendirian tidak semestinya meredupkan harapan, selama niat dan tekad kita kuat, kita akan bisa sampai pada tujuan dengan bergantung pada daya dan kekuatan Sang Maha Segala.
Jika kamu tidak bisa menemukan alasan untuk tersenyum hari ini, coba raba detak jantungmu. Itu adalah tanda bahwa Allah masih memberimu kesempatan untuk bertaubat.

Semua ini ternyata di temukan dan di alami secara lanngsung oleh sang penulis hingga dalam perjalanan ini penulispun meneteskan airmata jika menguraikan semua peristiwa yang sangat mengharukan. Walau secara jasmani serta kekuatan manusia, mungkin secara fisik mungkin akan menyerah dengan keadaan saat itu. Walaupun musibah kebakaran tersebut yang telah meluluhlantahkan seisi rumah serta semua harta benda yang saat itu berada di dalam ruma yang sangat sederhana, tetapi peristiwa naas tersebut tidak mematahkan semangat serta niat tulus seorang Ayah yang memiliki Putri Puĺtri yang saat ini sudah beranjak dewasa. Beliau biasanya di Panggil oleh warga sekitar dengan nama Om Kopral.

Nama Om Kopral tersebut tidak asing bagi sebagian besar warga maupun masyarakat yang mendiami kampung muara bahari, Tanjung Priuk, menurut sebagian besar warga yang mengenal beliau menyebutnya adalah figut orang tua yang suka membantu dan orang yang suka menolong siapa saja warga walaupn orang yang beliau bantu, beliau sendiri tidak mengenalnya dengan baik.

Ada juga warga di sekitarnya selalu bercerita bahwa, Om Kopral kan dengan sang istri mereks berdua itu paling senang untuk berbagi kepada siapa saja jika didapati sedang susah atau berkekurangan. Sering kalau kita sedang duduk duduk om Kopral sama Istrinya langsung ngeluarin duit dari sakunya lalu membeli makanan seperti bakso maupun jajanan bagi kita kita yang saat itu sedang duduk bareng beliau berdua ama istrinya, apalagi kalau sama saya istrinya om kopral suka ngasi uang jajan kata sala satu waga yang memang kenal dengan istri dari ayah ke 4 anak ini.
.
Sosok Om Kopral bagi sebagian besar warga setempat, beliau bukanlah seorang figur politisi atau nama seorang pejabat daerah atau pejabat negara, nama beliau dengan identik tokoh pemersatu bagi semua kalangan yang ada serta mendiami termpat tersebut, beliau adalah seorang tokoh penyejuk perdamaiyan bagia kaula muda yang ada di sini. Ternyata nama serta sosok Om Kopral sendiri bukan untuk di takuti tetapi ternyata dihampir sebagian besar masyarakat yang ada di sekitar tempat beliau tinggal saat ini ternyata beliau sangat di segani karena jiwa berbagi serta jiwa berbelas kasih itulah yang membuat setipa kali kalau nama beliau di sebut maka sudah pasti banyak dari mereka akan mengatakan bahwa Sosok Om Kopral Bagi mereka adalah tokoh dan sosok bapak serta kakak yang sering mambantu tanpa pamrih .

Bagi penulis sendiri adalah, ada sesuatu hal positif yang perlu diambil intisari dari perjalanan rohani ini yaitu
Walaupun hidup kita penuh dengan tantangan serta rintangan tetapi jangan sampai melupakan tugas dan taggungjawab kita agar dalam hidup ini di utamakan saling berbagi untuk mereka yang lebih membutuhkan sert dengan hati serta kasih.

Apa yang telah di sampaikan dari awal oleh sang penulis, semua itu adala hasil yang di terima serta di alami langsung oleh sang penulis hingga semua ini dapat di angkat dalam catatan refleksi, apalagi figur yang satu ini sama sekali tak menginginkan yang namanya media atau si ekspos ke permukaan.

Kisah dari Malaekat Tak Bersayap yang penuh dengan kasih ini akan terus di ulas oleh sang penulis pada waktu waktu yang akan datang. Sebelum saya mengakhiri tulisan perjalanan rohani saat ini, bagi semua saudaraku kaum Muslim di manapun berada:

Saya Gilang Kelyombar
Komisaris Utama PT. YOHMA KELY GROUP , Beserta Semua Direksi Mengucapkan, Selamat Idul Fitri 2026. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tribun-malukutenggararaya.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Tanimbar Meminta Jangan Ada Tebang Pilih Dalam Penetapan Tersangkah UP3.
IPTI Jawa Barat dan Yayasan Individu Spesial Gelar “Mozaik Imlek Nusantara” sebagai Wujud Perayaan Inklusif
DPD KNPI KKT ANCAM BOIKOT PELETAKAN BATU PERTAMA (GROUNDBREAKING )
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar mendesak Pemerintah Daerah segera mengoperasikan Pasar Rakyat Ngrimase
MELINDUNGI KELUARGA PENGUASA, MALISNGORAN BERLAGAK AMNESIA
Momen Natal Bersama Masyarakat Maluku Dan Maluku Utara Se Jabodetabek Di Jakarta.
Komunitas Teksutera Gelar Kegiatan Rutin Literasi di Bojongpicung, Dorong Peran Aktif Generasi Muda Cianjur
Keamanan Dipersoalkan, Pengunjung Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Security Pacific Palace
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:34 WIT

Malaekat Tak Bersayap Itu Benar Ada” Beliau Merupakan Tokoh Penyejuk Bagi Setiap Mereka Yang Di Tolongnya.

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:32 WIT

Masyarakat Tanimbar Meminta Jangan Ada Tebang Pilih Dalam Penetapan Tersangkah UP3.

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:21 WIT

IPTI Jawa Barat dan Yayasan Individu Spesial Gelar “Mozaik Imlek Nusantara” sebagai Wujud Perayaan Inklusif

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:22 WIT

DPD KNPI KKT ANCAM BOIKOT PELETAKAN BATU PERTAMA (GROUNDBREAKING )

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:51 WIT

MELINDUNGI KELUARGA PENGUASA, MALISNGORAN BERLAGAK AMNESIA

Berita Terbaru