Satu Ormas Mendapat Perlakuan Istimewa “Pemda KKT Dituding Tidak Netral” Ini Sebuah Diskriminasi, Ada Apa Dengan Bupati KKT.

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:36 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Saumlaki – Tindakan yang hanya Lebih Prioritas kepada satu organisasi masyarakat (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) oleh pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KkT) sambil mengabaikan ormas/okp lain dapat menimbulkan berbagai masalah, baik secara hukum, sosial, maupun dalam tata kelola pemerintahan itu sendiri.

Bahwa dasar hukum dan etika pemerintahan menurut peraturan yang berlaku, ormas/okp berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam menyalurkan aspirasi dan berpartisipasi dalam pembangunan. Pemda tidak seharusnya bersikap diskriminatif terhadap ormas yang terdaftar secara sah. Prinsip kesetaraan dan keadilan harus menjadi landasan dalam menjalin kerja sama. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2009 juga mengatur tentang kerja sama Pemda dengan ormas/okp, termasuk pemberian sanksi jika ada pelanggaran.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) saat ini tengah menghadapi banyak sorotan tajam dari masyarakat terkait dengan tuduhan tidak netral dalam memperlakukan organisasi masyarakat (ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Tanimbar. Salah satu ormas dilaporkan mendapatkan perlakuan kusus atau istimewa, sementara ormas lain merasa diabaikan dan didiskriminasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut laporan, Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) selalu memberikan berbagai fasilitas dan dukungan penuh kepada ormas tertentu, seperti bantuan dana, promosi kegiatan bahkan kegiatan Pemda KKT dikelola oleh ormas itu seolah-olah Pemda KKT kekurangan SDM. Sementara itu, ormas lain yang tidak sejalan dengan kebijakan Pemda KKT merasa diabaikan dan tidak mendapatkan kesempatan yang sama.

“Ini adalah bentuk diskriminasi yang nyata. Kami merasa tidak diperlakukan secara adil oleh Pemda KKT,” kata ketua salah satu ormas yang merasa diabaikan.

Tuduhan tidak netral nya Pemda KKT ini semakin menguatkan anggapan bahwa Pemda KKT saat ini lebih memprioritaskan kepentingan politik dan kelompok tertentu daripada kepentingan rakyat. “Pemda seharusnya menjadi pelayan masyarakat, bukan menjadi pelayan ormas tertentu,” kata seorang aktivis masyarakat.

Masyarakat menuntut agar Pemda KKT segera mengambil tindakan untuk memperbaiki keadaan ini dan memastikan bahwa semua ormas/okp diperlakukan secara adil dan setara. “Kami tidak ingin melihat Pemda KKT menjadi ajang kekuasaan dan kepentingan pribadi. Kami ingin Pemda yang melayani rakyat, bukan ormas tertentu,” kata seorang aktivis lain.

Akibat kebijakan yang dibuat Pemda KKT yang hanya memprioritaskan satu ormas, maka konsekuensi negatif yang bisa dan sementara terjadi di Tanimbar adalah:

Diskriminasi dan ketidakadilan: Ormas lain yang tidak diprioritaskan akan merasa dianaktirikan dan dirugikan. Hal ini bertentangan dengan prinsip pemerintahan yang adil.

Perpecahan sosial: Perlakuan yang tidak setara dapat memicu kecemburuan dan konflik antar kelompok masyarakat. Ormas/okp yang merasa diabaikan dapat melakukan protes atau tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

Oligarki dan korupsi: Kedekatan Pemda dengan satu ormas tertentu dapat menciptakan potensi terjadinya oligarki atau bahkan korupsi, terutama terkait alokasi dana hibah atau program pembangunan.

Kegagalan pembangunan: Jika hanya satu ormas yang diberdayakan, program pembangunan yang seharusnya inklusif dan melibatkan berbagai pihak justru menjadi tidak efektif. Partisipasi publik yang seharusnya beragam menjadi terpusat pada satu kelompok saja.

Penyalahgunaan kewenangan: Pemda dapat dianggap menyalahgunakan wewenang jika memberikan perlakuan istimewa kepada satu ormas tanpa dasar yang jelas, terutama jika ada alokasi anggaran daerah yang terlibat seperti acara hura-hura HUT KKT Ke-26 kemarin.

Untuk itu sebagai aktivis dan pemuda di Tanimbar, kami menuntut keadilan dan transparansi Pemda KKT dengan menggelar aksi pada “Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-97 tanggal 28 Oktober 2025 bertema Pemuda Pemudi Bergerak Indonesia Maju” dengan berbagai isu sentral di Tanimbar dan memastikan bahwa semua ormas/okp diperlakukan secara adil dan setara.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tribun-malukutenggararaya.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momen Natal Bersama Masyarakat Maluku Dan Maluku Utara Se Jabodetabek Di Jakarta.
Keamanan Dipersoalkan, Pengunjung Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Security Pacific Palace
Di Duga Kuat Otak Biang Kerok Dari Prostitusi On Line Di Apartemen THE SWEET METRO Adalah Beby Ratu Oktafia
Menurut Akademisi Kepemimpinan Ricky Jauwerissa Mulai Menggunakan Tangan Besi.
Walikota Jakarta Utara Di Minta Lakukan Evaluasi Terhadap Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertrans) Jakarta Utara Noviar Dinaryanti.
Ketua DPP Hati Kudus Olilit Barat Dukung Aksi Kwasi Paroki Tri Tunggal Maha Kudus Sifnana
“Oknum Wakil Rakyat Yang Intoleran Asal Partai PKS” Ulah Resa Fordatkosu Masa Geruduk Kantor DPRD KKT
“Badan Kehormatan( BK )DPRD KKT Di Minta Usut Dugaan Papa Minta Saham”, Bupati Ricky Jawerissa Bongkar Aib Legislator.
Berita ini 277 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 00:13 WIT

Momen Natal Bersama Masyarakat Maluku Dan Maluku Utara Se Jabodetabek Di Jakarta.

Minggu, 14 Desember 2025 - 08:16 WIT

Keamanan Dipersoalkan, Pengunjung Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Security Pacific Palace

Jumat, 24 Oktober 2025 - 17:36 WIT

Di Duga Kuat Otak Biang Kerok Dari Prostitusi On Line Di Apartemen THE SWEET METRO Adalah Beby Ratu Oktafia

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:36 WIT

Satu Ormas Mendapat Perlakuan Istimewa “Pemda KKT Dituding Tidak Netral” Ini Sebuah Diskriminasi, Ada Apa Dengan Bupati KKT.

Selasa, 14 Oktober 2025 - 11:10 WIT

Walikota Jakarta Utara Di Minta Lakukan Evaluasi Terhadap Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertrans) Jakarta Utara Noviar Dinaryanti.

Berita Terbaru