Diduga Dibrifing Sebelum Bersaksi, Komisaris PT TE Banyak Bohong, Majelis Hakim Marah & Ingatkan Sumpah

- Penulis

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Diduga Dibrifing Sebelum Bersaksi, Komisaris PT TE Banyak Bohong, Majelis Hakim Marah & Ingatkan Sumpah

AMBON – Sejumlah saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), pada sidang dengan agenda pemeriksaan saksi, pada pusaran dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyertaan modal PT Tanimbar Energi (TE) senilai Rp 6,2 miliar, diduga mendapat arahan untuk bersaksi di Pengadilan Tipikor, Kamis (5/2/2026).

Mereka yang bersaksi adalah, Komisaris Utama PT TE, Mathias Malaka, Petrus Amarduan, Imanuel Unmehopa, dan Dr Edwin Tomasoa. Dari empat saksi itu, Malaka dan Marduan banyak dicecar kuasa hukum dari tersakwa mantan Direktur Utama PT Tanimbar Energi, Yohana Lololuan dan mantan Direktur Keuangan PT Tanimbar Energi, Karel Lusnarnera, dan mantan Bupati KKT, Petrus Fatlolon. Mereka bersaksi dan dicecar JPU, Prnasehat Humum terdakwa, dan majelis hakim sekitar 7 jam dalam persidangan. Sementara 6 saksi lainya, diagendakan diperiksa dalam persidangan yang digelar, Jumat (6/2/2026) besok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, para saksi yang juga menjabat Komisaris PT Tanimbar Energi dari BUMD Kabupaten Kepulauan Tanimbar itu, banyak memberikan keterangan berbelit-belit hingga diduga berbohong, sehingga Ketua Majelis Hakim Tipikor, Martha Maitimu, geram. Maitimu ditunjuk setelah Ketua Majelis Hakim, Nova Laura Sasube, yang menyidangkan perkara itu, pindah tugas du Pengadilan Negeri Manado, Sulawesi Utara, sering emosi dan marah.
Menariknya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga ditegur Majelis Hakim, setelah melakukan pertanyaan berulang-ulang dan menanyakan kepada saksi yang tidak sesuai tugas dan fungsinya.”Saya ingatkan JPU jangan lagi ajukan pertanyaan yang sidah ditanyakan. Nanti menyulitkan panitera kami,”ingat Maitimu.

Awalnya, para saksi diminta keterangan terlait tugas dan fungsinya sebagai Komisaris, sehingga dikaitkan dengan dugaan Tipikor penyertaan modal yang dipakai bayar gaji, operasional, dan usaha Bawang dan Batako. Namun, jawaban saksi sering berbelit-belit dan tidak sesuai keterangan di dakwaan Jaksa.

“Para saksi saya ingatkan jangan bohong. Berikan keterangan yang baik. Kalian sudah disumpah. Kalai berkata jujur kalian diberkati. Kalau tidak jujur kalian Sudah disumpah,”tegur Maitimu dengan emosi.

Salah satu penasehat hukum, Lololuan dan Lusnarnera, Kornelis Serin, menanyakan kepada para saksi, sebelum datang ke persidangan, apakah sempat ke kantor Kejati Maluku, untuk mendapat pengarahan. Pertanyaan Serin langsung ditanggapi JPU tidak lerevansi dalam agenda persidangan.

Pada kesempatan itu, Lololuan, mengakui, Rencana Kerja Anggaran (RKA) melibatkan komisaris dalam pembahasan 2020, 2021, dan 2022. “Penyertaan modal bayar gaji komisaris termasuk anak perusahaan. Jadi keterangan saksi, saya bantah. Bisnis plan dibahas di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),”tegas Lololuan.

Soal SOP, PT Tanimbar Energi, dirinya melakukan penandatanganan aturan perusahaan, termasuk studi analisis perusahaan.

Lusnarnera mengaku, mengaku, sudah memasukan RKA, 2020 dan 2021. “Kenapa komisaris kembalikan uang, kami tidak diminta kembalikan uang,”bebernya.

Keretangan Lusnarnera, menanggapi pengakuan para saksi yang telah mengembalikan gaji dan perjalanan dinas. Malaka kembalikan Rp 200-an juta. Amarduan sekitar Rp 60 juta. Tomasoa Rp 22 juta. Unmehopa belum kembalikan.
Sementara itu Fatlolon mengatsksn, dirinya menymapaikan penjelasan sanggahan dan pertanyaan.”Ada yang tidak benar, terkait PT Tanimbar Energi cikal bakal berdironya perusahaan ini,saya tahu persis. Pertama dari saksi Pak Malaka, disebutkan bahwa saya komisaris utama, tapi beliau melanjutkan komisaris utama mantan Bupati sebelum saya. Akta penderian akta tahun 2013, yang jadi komisaris utama Bupati sebelum saya. Akta perubahan 20 Januari 2020. Perubahan pertama kali Pak Malaka sebelumnya komisaris diangkat komisaris utama yang menggantikan saya Petrus Fatlolon, itu tidak benar, “tandasnya.

Sebab, lanjutnya Malaka mengaku, dirinya sebagai Komisaris utama di dakwaan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)”Saya tidak pernah menjabat sebagai Komisaris Utama yang mulia. Jaadi saya bantah. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tribun-malukutenggararaya.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Sanggar Seni Budaya Lorfan 2026 Resmi Dibuka di Alusi Krawain, Rawat Warisan Budaya Tanimbar
Kolaborasi Pers dan LSM, PJS, PWI dan PKN Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
40 Tahun Hidup Membiara, RD. Alo Lamere MSC Dikenang sebagai Teladan Kesetiaan dan Pengabdian
Kuasa Hukum Adik Bupati SBT Bergerak ke Dewan Pers, Siapkan Pengaduan terhadap Oknum Wartawan
Revitalisasi TK Negeri Atubuldol Capai 95 Persen, Dana Bantuan Rp230 Juta Digunakan untuk Rehabilitasi, Mobiler dan Sanitasi
SDM Unggul Tanimbar Diminta Pulang: Saatnya Putra Daerah Kelola Kekayaan Alam dan Buka Lapangan Kerja
Berita ini 288 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:00 WIT

Festival Sanggar Seni Budaya Lorfan 2026 Resmi Dibuka di Alusi Krawain, Rawat Warisan Budaya Tanimbar

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:31 WIT

Kolaborasi Pers dan LSM, PJS, PWI dan PKN Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:49 WIT

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:19 WIT

40 Tahun Hidup Membiara, RD. Alo Lamere MSC Dikenang sebagai Teladan Kesetiaan dan Pengabdian

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:08 WIT

Berita Terbaru