Festival Sanggar Seni Budaya Lorfan 2026 Resmi Dibuka di Alusi Krawain, Rawat Warisan Budaya Tanimbar

- Penulis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:00 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribun Maluku Tenggara Raya.Com,KORMOMOLIN, KEPULAUAN TANIMBAR — Festival Sanggar Seni Budaya Lorfan Desa Alusi Krawain Tahun 2026 resmi dibuka di Desa Alusi Krawain, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Selasa (11/8/2026).

 

Mengusung semangat “Lestarikan Budaya, Perkuat Identitas, Raih Prestasi”, festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk mengenal, melestarikan, sekaligus mengembangkan seni dan budaya tradisional Tanimbar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Festival yang berlangsung selama empat hari, 11–14 Agustus 2026, merupakan kolaborasi Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku, Sanggar Lorfan Desa Alusi Krawain, dan Pemerintah Desa Alusi Krawain.

 

Ketua Panitia Festival, Bernadeta Batlyel, dalam laporan pembukaannya berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi pertunjukan seni, tetapi mampu menjadi sarana pendidikan budaya bagi generasi muda.

 

Kami berharap Festival Budaya ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sekolah budaya bagi generasi muda,tuturnya.

 

Komitmen Menjadikan Festival sebagai Agenda Tahunan Kepala Desa Alusi Krawain, Norbertus Suarlembit, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah desa untuk menjadikan Festival Sanggar Lorfan sebagai agenda tahunan.

 

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut penting untuk memastikan warisan budaya Tanimbar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

Sementara itu, Camat Kormomolin, Jon Angwarmase, SH, menilai festival tersebut menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali jati diri masyarakat Tanimbar.

 

Festival ini adalah momentum penting untuk membangkitkan kembali jati diri orang Tanimbar. Saya mengapresiasi Sanggar Lorfan dan Pemerintah Desa yang sudah berinisiatif. Mari kita jaga dan wariskan budaya ini kepada anak cucu kita, katanya.

 

Budaya sebagai Identitas dan Potensi Wisata dalam Sambutan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku disampaikan oleh Mezak Wakim. Dalam sambutannya, ia menegaskan dukungan pemerintah terhadap berbagai kegiatan yang bertujuan menjaga keberlangsungan kebudayaan daerah.

 

Ia berharap keberadaan Sanggar Lorfan dapat menjadi salah satu wadah untuk menghidupkan kembali berbagai tarian tradisional Tanimbar yang mulai jarang ditampilkan.

 

Budaya adalah identitas kita. Melalui Sanggar Lorfan Desa Alusi Krawain, saya berharap tarian-tarian Tanimbar yang hampir punah ini bisa kembali hidup dan menjadi daya tarik wisata budaya di Kepulauan Tanimbar, ujarnya.

 

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya memiliki nilai sosial dan pendidikan, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari kekuatan pariwisata berbasis budaya.

 

Hadirkan Beragam Sanggar dan Tarian Tradisional Festival tersebut turut menghadirkan Sanggar Induk Lorfan bersama sejumlah sanggar binaan. Di antaranya Sanggar Lorfan Cilik, Sanggar Antonis Cilik 1 dan 2, Sanggar Corunum SMP, Sanggar Nurbulin, Sanggar Telyawar Badendang Pantun, Sanggar Kokunler Angkosi, dan Sanggar Tari Nbuki.

 

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan Musyawarah Adat Timlornar di pusat kampung. Berbagai tarian tradisional ditampilkan dalam festival, antara lain Tari Tnabar Ilaa, Tari Dobdobol, Tari Angkosi, Tari Tnabar Fanewa, Tari Lorfan Cilik, Tari Nbuki, Tari Badendang, Tari Syoru-Syoru Perahu Belang, serta berbagai kesenian tradisional lainnya.

 

Pentas seni tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan kembali kekayaan seni budaya Tanimbar kepada generasi muda dan masyarakat luas.

 

Ketua Panitia Bernadeta Batlyel juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar memberikan perhatian lebih besar terhadap kegiatan pelestarian budaya, khususnya melalui Dinas Pariwisata.

 

Kami berharap kegiatan festival ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Mari bersama-sama kita tingkatkan adat dan budaya di Tanimbar agar dapat dilestarikan dan dijadikan sebagai ikon wisata unggulan di Tanimbar,ungkapnya.

 

Dari sisi pembiayaan, panitia menyampaikan bahwa sumber dana pelaksanaan Festival Sanggar Seni Budaya Lorfan 2026 berasal dari DPA Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku yang diwakili Mezak Wakim, Camat Kormomolin Jon Angwarmase, SH, Kepala Desa Alusi Krawain Norbertus Suarlembit bersama staf, Ketua BPD Ulis Rurum, Pastor Paroki St. Yosep Lorwembun RD. Feri Jamlean, Pr, para guru, tokoh adat, kelembagaan desa, WKRI, pemuda, serta masyarakat.

 

Festival kemudian ditutup dengan doa syukur bersama yang dipimpin RD. Feri Jamlean, Pr.

 

Festival Sanggar Seni Budaya Lorfan 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan dalam menjaga identitas budaya Tanimbar, membangun kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur, serta membuka peluang pengembangan wisata budaya di Kepulauan Tanimbar.

 

Lestarikan Budaya, Perkuat Identitas, Raih Prestasi.

 

(Randy Fenan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tribun-malukutenggararaya.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolaborasi Pers dan LSM, PJS, PWI dan PKN Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
40 Tahun Hidup Membiara, RD. Alo Lamere MSC Dikenang sebagai Teladan Kesetiaan dan Pengabdian
Kuasa Hukum Adik Bupati SBT Bergerak ke Dewan Pers, Siapkan Pengaduan terhadap Oknum Wartawan
Revitalisasi TK Negeri Atubuldol Capai 95 Persen, Dana Bantuan Rp230 Juta Digunakan untuk Rehabilitasi, Mobiler dan Sanitasi
SDM Unggul Tanimbar Diminta Pulang: Saatnya Putra Daerah Kelola Kekayaan Alam dan Buka Lapangan Kerja
Gagasan SOPTAN Mengemuka: Dorong SOPI Tanimbar dari Produk Ilegal Menjadi Komoditas Legal Bernilai Ekonomi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:00 WIT

Festival Sanggar Seni Budaya Lorfan 2026 Resmi Dibuka di Alusi Krawain, Rawat Warisan Budaya Tanimbar

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:31 WIT

Kolaborasi Pers dan LSM, PJS, PWI dan PKN Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:49 WIT

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:08 WIT

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:41 WIT

Kuasa Hukum Adik Bupati SBT Bergerak ke Dewan Pers, Siapkan Pengaduan terhadap Oknum Wartawan

Berita Terbaru

Uncategorized

Sabtu, 15 Agu 2026 - 05:49 WIT