Tribun Maluku Tenggara Raya.Com,-SAUMLAKI — Informasi pembukaan lowongan kerja untuk proyek yang disebut berkaitan dengan INPEX Project – Kepulauan Tanimbar dan melibatkan PT Petrosea Tbk mendapat perhatian masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Peluang tersebut semula diharapkan menjadi angin segar bagi masyarakat lokal, khususnya putra-putri asli Tanimbar yang ingin memperoleh kesempatan bekerja di proyek berskala besar. Namun, sejumlah warga justru mempertanyakan singkatnya waktu pendaftaran serta banyaknya persyaratan teknis dan sertifikasi yang dinilai belum cukup diketahui masyarakat sejak awal.
Berdasarkan informasi lowongan yang beredar, masa pendaftaran disebut berlangsung 29 September sampai 2 Oktober 2026, atau hanya sekitar empat hari. Beberapa posisi yang dibuka antara lain Admin SHE, Admin HC, Storeman/Warehouseman, Teknisi Ledeng (Plumber), Juru Ikat (Rigger), Teknisi Perancah (Scaffolder), Project Admin, serta Admin QA/QC.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam informasi tersebut juga disebutkan bahwa seluruh posisi diperuntukkan bagi penduduk lokal asli Tanimbar, dengan sejumlah posisi administrasi mensyaratkan pelamar perempuan minimal berusia 18 tahun.
Sejumlah masyarakat menilai waktu empat hari menjadi tantangan tersendiri bagi calon pelamar, terutama mereka yang harus melengkapi dokumen administrasi maupun persyaratan kompetensi tertentu.
Persoalan semakin menjadi perhatian karena beberapa posisi mensyaratkan pengalaman kerja serta sertifikasi khusus.
Untuk posisi Rigger, misalnya, pelamar diwajibkan memiliki sertifikat Rigger yang masih berlaku dan pengalaman minimal dua tahun. Sementara posisi Scaffolder mensyaratkan sertifikat scaffolding dari Kemnaker RI yang masih berlaku serta pengalaman minimal dua tahun dan pelatihan bekerja di ketinggian.
Pada posisi administrasi pun terdapat persyaratan pengalaman kerja, kemampuan Microsoft Office, pengelolaan dokumen teknis serta, pada beberapa posisi, kemampuan membaca dokumen teknis berbahasa Inggris.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: sejauh mana tenaga kerja lokal telah memperoleh informasi dan kesempatan untuk mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan sebelum lowongan dibuka?
Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui instansi teknis ketenagakerjaan dapat memperoleh informasi kebutuhan tenaga kerja lebih awal sehingga calon tenaga kerja lokal memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan dokumen, sertifikasi, pelatihan maupun persyaratan lainnya.
Menurut warga, jika tenaga kerja lokal memang menjadi sasaran utama dalam penerimaan tersebut, maka proses persiapan seharusnya tidak hanya dilakukan ketika lowongan telah diumumkan.
Kalau informasi persyaratannya disampaikan jauh-jauh hari, masyarakat bisa mempersiapkan diri. Ada yang perlu mengurus kartu pencari kerja, rekomendasi, sertifikat dan dokumen lainnya. Jangan sampai informasi baru diterima ketika waktu pendaftarannya tinggal beberapa hari,” demikian keluhan yang disampaikan masyarakat.
Warga juga berharap pemerintah daerah dapat membangun pola komunikasi yang lebih terstruktur dengan perusahaan maupun pihak pelaksana proyek agar kebutuhan tenaga kerja lokal dapat diketahui lebih awal.
Persyaratan kompetensi dan sertifikasi yang cukup spesifik juga menimbulkan kekhawatiran bahwa jumlah masyarakat lokal yang dapat memenuhi seluruh kualifikasi akan terbatas.
Namun demikian, masyarakat meminta agar persoalan tersebut tidak serta-merta ditafsirkan sebagai bukti bahwa proses rekrutmen sengaja dibuat untuk menyulitkan masyarakat lokal.
Sebaliknya, persoalan tersebut dinilai perlu dijadikan bahan evaluasi bersama antara pemerintah daerah, perusahaan dan lembaga terkait agar kebutuhan tenaga kerja lokal dapat dipersiapkan sejak jauh hari.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang menerima informasi lowongan pada saat pendaftaran dibuka, tetapi juga memiliki kesempatan meningkatkan keterampilan dan memperoleh sertifikasi yang relevan sebelum proses seleksi berlangsung.
Masyarakat Tanimbar berharap apabila terdapat rekrutmen tahap berikutnya, informasi mengenai jenis pekerjaan, jumlah kebutuhan tenaga kerja, kualifikasi, sertifikasi dan dokumen administrasi dapat disampaikan lebih awal.
Mereka juga meminta agar pemerintah daerah dan instansi ketenagakerjaan memperkuat penyebaran informasi sampai ke tingkat kecamatan dan desa sehingga masyarakat yang memenuhi kriteria tidak kehilangan kesempatan hanya karena keterlambatan memperoleh informasi.
Kalau memang prioritasnya tenaga kerja asli Tanimbar, maka persiapannya juga harus memberi ruang yang cukup bagi orang Tanimbar untuk memenuhi kualifikasi,” menjadi harapan yang disampaikan masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan Petrosea dan meminta sejumlah uang dalam proses penerimaan.
Dalam laman karier resminya, PT Petrosea Tbk menyatakan bahwa perusahaan tidak meminta calon karyawan atau vendor melakukan transfer uang di muka untuk kebutuhan transportasi, akomodasi maupun persyaratan lainnya dalam proses rekrutmen. Petrosea juga menyediakan kanal resmi untuk melakukan klarifikasi terhadap dugaan penipuan.
Sementara itu, INPEX Indonesia juga memberikan peringatan mengenai informasi rekrutmen palsu. INPEX menyatakan bahwa proses perekrutan resminya diinformasikan melalui situs karier resmi INPEX, LinkedIn resmi, dan platform yang disebutkan perusahaan.
Karena itu, masyarakat diminta melakukan verifikasi langsung sebelum menyerahkan dokumen pribadi maupun mengikuti tahapan rekrutmen.
Keluhan masyarakat mengenai singkatnya masa pendaftaran dan kesiapan tenaga kerja lokal pada akhirnya menjadi momentum bagi semua pihak untuk mengevaluasi mekanisme penyampaian informasi rekrutmen di daerah.
Kehadiran proyek berskala besar di wilayah Tanimbar diharapkan tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal.
Karena itu, kebutuhan tenaga kerja idealnya dapat dipetakan sejak awal, sementara masyarakat diberi informasi yang memadai mengenai jenis pekerjaan, kompetensi, sertifikasi serta tahapan seleksi.
Dengan persiapan yang lebih panjang dan komunikasi yang lebih terbuka, masyarakat lokal memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mempersiapkan diri secara profesional dan bersaing berdasarkan kompetensi yang dipersyaratkan.
Catatan: Informasi lowongan yang beredar mencantumkan pendaftaran 29 September–2 Oktober 2026. Untuk memastikan keaslian pengumuman dan detail rekrutmen, calon pelamar sebaiknya melakukan verifikasi langsung kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Tanimbar serta kanal resmi perusahaan. Portal karier resmi Petrosea saat ini juga memuat peringatan mengenai penipuan rekrutmen.
(Randy Fenan)










