KANTOR BKD DI RUSAKI OLEH MASA AKIBAT KEKECEWAAN MEREKA TERHADAP BUPATI YANG DI DUGA TELAH BOHONGI TENAGA HONOR PARUH WAKTU

- Penulis

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saumlaki, -Aksi demonstrasi ratusan tenaga honor PPPK paruh waktu yang digelar di halaman kantor DPRD, dan kantor bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (1/10/2025) pukul 14:00 WIT, mendapat perhatian serius dari lapisan tokoh masyatakat baik yang ada di tanimbar maupun yang ada di luar tanimbar.

Dalam kesempatan tersebut, sala satu tokoh mudah tanimbar yang juga merupakan aktifis muda secara tegas mendesak pimpinan legislatif agar segera melayangkan undangan resmi kepada Bupati Ricky Jauwerissa untuk melaksanakan rapat paripurna terkait nasib 592 tenaga honor PPPK paruh waktu yang hingga kini belum terakomodir oleh pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya meminta Ketua DPRD segera melayangkan surat undangan atau segera mungkin menyurati resmi bupati dan wakil bupati untuk hadir di DPRD, sehingga bersama-sama DPRD untuk bisa mengambil serta memutuskan apakah tenaga paruh waktu ini akan diakomodir atau tidak. Soal anggaran akan di bicaraian di sana, jangan saling mengulur waktu, atau melempar bola tanggung jawab atas masalah yang telah terjadi tegas Gilang kepada media ini.

Lebih lanjut, Gilang menerangkan bahwa keberadaan 592 tenaga honorer paruh waktu wajib diakomodir. Ia merujuk pada penjelasan Kementerian PAN-RB yang membuka peluang penambahan kuota PPPK, sepanjang pemerintah daerah secara resmi mengajukan surat permohonan. Namun, hal itu tetap bergantung pada kesanggupan daerah dalam menanggung beban gaji, serta memastikan seluruh proses administrasi, mulai dari pendaftaran hingga pemberkasan, berjalan tanpa kendala. Jangan bupati hanya mau loloskan kepentingan bupati dan tim pemenang sedangkan yang lain di korbankan faktanya sangat jelas sala satu staf yg hari ini karna kedekatan dengan sang bupati yang tidak pernah honor tapi tiba tiba namanya lolos saat selekzi kemarin ini fakta. Ada apa dengan bupati saat ini, begitu pun dengan buce Turlel, yang sangat jelas sudah di pecat oleh kementrian desa akibat dugaan kasus yang di lakuaknnya tapi karna kedekatan dengan sang wakil bupati maka yang bersangkutan tetap di lantik, ada apa dengan bupati dan wakil bupati KKT saat ini.
“Pemda harus menerima apabila Bupati melayangkan surat pemberitahuan resmi untuk mengakomodir kuota tersisa 592 ini,” jelasnya.

Gilang menambahkan bahwa terdapat dua indikator utama yang perlu menjadi landasan, yakni kemampuan keuangan daerah dan kesiapan pemerintah dalam menjalankan prosedur administrasi pendaftaran, yang menurutnya tidak menghadapi kendala berarti.

Dalam tanggapan yang di terima media ini, Gilang juga mengingatkan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menyelesaikan persoalan ini. Ia meminta agar DPRD dan pemerintah daerah tidak saling menyalahkan satu dengan yang lainnya, melainkan duduk bersama mencari solusi. Bukan sebaliknya mengakibatkan masa melakukan tindakan pengrusakan terhadap kantor BKD, ini karena masa sudah sangat merasa kecewa karena mereka merasa mereka sudah di bohongi oleh Buoati dan Wakil Bupati selama ini.

“Kalau memang tidak ada anggaran, ya di bicarakan dengan terbuka bersama DPR lalu mencari solusi atau ada anggaran tapi mau di pakai untuk bayar uatang pihak ke 3 lagi? jangan saling melempar kesalahan menyalahkan si A atau si B Yang terpenting, adalah kepastian bagi tenaga honorer ini,” tambah Gilang.

Lanjut Tokoh muda asal Tanimbar ini, peristiwa dan kejadian ini menandakan pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati kali ini sangat jauh dari apa yang selama ini sudah di gaungkan ke publik, makanya bupati jangan kerja ronda ronda ke jakarta tapi tidak bisa berbuat apa apa untuk kemaslahatan rakyat. Hasinya dari jalan jalan pa Bupati selama ini apa? Kalau memang bupati tidak sanggup maka turun dari jabatan itu kalau tidak sanggup.

Hari ini belum sampai apa apa kantor BKD sudah hancur jangan sampai belum sampai selesai masa kepemimpinannya daerah ini sudah hancur berantakan di tangan beliau berdua.
Ini kado ter indah untuk Hut Kabupaten kita Ke-26.

Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian panjang tuntutan tenaga honorer di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang menuntut kejelasan status mereka sejalan dengan kebijakan nasional penghapusan tenaga honorer pada tahun ini.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tribun-malukutenggararaya.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

STIMAS Cup I 2026 Siap Digelar, Dorong Generasi Emas Berprestasi Melalui Karate
Reses Masa Sidang III, Anggota DPRD Maluku Andreas Taborat Serap Aspirasi Warga di Tiga Desa Kormomolin
Pemkab KKT Mulai Pembangunan 350 Unit Rumah Subsidi di Desa Bomaki
PROGRES 40 PERSEN, REVITALISASI SMAN 11 KEPULAUAN TANIMBAR TERUS DIKEBUT
Harga Batok Kelapa, Kopra, dan BBM di Kepulauan Tanimbar Dikeluhkan, Ekonomi Masyarakat Kian Tertekan
Semarak HUT ke-81 RI, MTs Desa Kilon Gelar Upacara Kemerdekaan dengan Penuh Khidmat dan Meriah
Desa Alusi Batjas Semarak HUT RI ke-81 dengan Lomba dan Beasiswa bagi Siswa SD Berprestasi
Erens Fenanlambir Salurkan Bantuan Pokir untuk PPKS, Wujudkan Kepedulian Nyata kepada Kelompok Rentan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 00:17 WIT

STIMAS Cup I 2026 Siap Digelar, Dorong Generasi Emas Berprestasi Melalui Karate

Selasa, 1 September 2026 - 10:54 WIT

Reses Masa Sidang III, Anggota DPRD Maluku Andreas Taborat Serap Aspirasi Warga di Tiga Desa Kormomolin

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:57 WIT

Pemkab KKT Mulai Pembangunan 350 Unit Rumah Subsidi di Desa Bomaki

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:30 WIT

PROGRES 40 PERSEN, REVITALISASI SMAN 11 KEPULAUAN TANIMBAR TERUS DIKEBUT

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:10 WIT

Harga Batok Kelapa, Kopra, dan BBM di Kepulauan Tanimbar Dikeluhkan, Ekonomi Masyarakat Kian Tertekan

Berita Terbaru