Tribun Maluku Tenggara raya.com,-Saumlaki – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) bersama INPEX Masela Ltd, PT Sarinah, dan IDSurvey memperkuat komitmen dalam mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis budaya melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) yang difokuskan pada pengembangan pengrajin Tenun Ikat Tanimbar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar itu dipimpin langsung oleh Wakil Bupati KKT, dr. Juliana Ch. Ratuanak, M.K.M., serta dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga para pelaku UMKM dan pengrajin tenun lokal.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian sekaligus pengembangan Tenun Ikat Tanimbar sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Menurutnya, penguatan kapasitas para penenun menjadi langkah penting agar produk lokal mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Kami ingin para pengrajin Tenun Tanimbar tidak hanya mempertahankan nilai budaya yang diwariskan leluhur, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar melalui akses pasar yang semakin luas,” ujar Wakil Bupati.
FGD tersebut turut didampingi Rudi Imran, S.T., M.M., I.P.U., selaku Vice President Supply Chain Management & Support INPEX Masela Ltd, serta Elsa Laela Dwi, Marketing, Promotion and Event Group Head PT Sarinah.
Hadir pula Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Kepulauan Tanimbar Agustinus Songupnuan, S.T., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan, bersama Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, perwakilan Universitas Lelemuku Saumlaki (Unlesa), serta para penenun dan pengrajin lokal dari Kota Saumlaki.
Dalam sesi diskusi, PT Sarinah memaparkan berbagai strategi promosi dan pengembangan pasar guna membuka peluang bagi produk Tenun Ikat Tanimbar untuk masuk ke jaringan pemasaran Sarinah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, para pengrajin diberikan kesempatan menyampaikan berbagai aspirasi, tantangan, serta kebutuhan mereka dalam meningkatkan kualitas produksi, pemasaran, hingga keberlanjutan usaha.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan BUMN ini diharapkan menjadi model sinergi dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Dukungan INPEX Masela sebagai bagian dari komitmen pengembangan masyarakat di wilayah operasionalnya juga menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ekosistem UMKM di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Melalui sinergi tersebut, sebanyak 47 motif khas Tenun Ikat Tanimbar diharapkan semakin dikenal luas, tidak hanya sebagai identitas budaya masyarakat Duan Lolat, tetapi juga sebagai produk unggulan Indonesia yang memiliki daya saing di pasar global.
FGD ini menjadi langkah strategis dalam mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM untuk menyusun program pengembangan yang berkelanjutan, sehingga Tenun Ikat Tanimbar mampu menjadi salah satu ikon ekonomi kreatif nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di industri fesyen berbasis warisan budaya dunia.
(RF).














