Tribun Maluku Tenggara raya.com,-Jakarta, 31 Juli 2026 – Tokoh muda pendidikan asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pdt. Yusak Weriratan, S.Th., M.A., M.Pd.K., menyerukan dukungan penuh terhadap proses pembangunan infrastruktur dan sarana pendukung pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) minyak dan gas Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.
Dari Semenanjung Ibu Kota DKI Jakarta, Weriratan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang saat ini terus dipersiapkan merupakan fondasi utama untuk mempercepat realisasi investasi energi berskala nasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan proyek Blok Masela tidak hanya ditentukan oleh kesiapan investasi dan teknologi, tetapi juga sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal yang akan menjadi bagian dari transformasi ekonomi di kawasan timur Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai Pendiri Yayasan Solagracia Duan Lolat Barkei Saumlaki yang menaungi Sekolah Tinggi Teologi Injili Mahkota Sion Saumlaki (STTIMASS) dan Sekolah Menengah Agama Kristen Solagracia Saumlaki (SMAKSS), Weriratan menilai bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda Tanimbar menghadapi era industri migas modern.
Ia mengajak seluruh generasi muda Tanimbar agar tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri, tetapi harus mampu tampil sebagai pelaku utama pembangunan. Menurutnya, rencana produksi Blok Masela pada tahun 2029 harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan, keterampilan, penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa asing, serta etos kerja yang profesional sehingga masyarakat lokal memiliki daya saing dalam mengisi berbagai peluang kerja dan usaha yang akan tercipta.
“Kita harus menyadari bahwa investasi sebesar Blok Masela akan membawa perubahan yang sangat besar bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Oleh karena itu, generasi muda harus mulai mempersiapkan diri dari sekarang. Jangan menunggu ketika industri sudah beroperasi baru kita berpikir untuk meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.
Menurut Weriratan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar merupakan daerah yang dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah, mulai dari potensi minyak dan gas bumi, sektor perikanan, kelautan, hingga pariwisata bahari. Namun di sisi lain, ia menilai tantangan terbesar yang masih dihadapi daerah adalah keterbatasan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam industri modern.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, maupun masyarakat luas. Investasi besar yang akan masuk ke Tanimbar harus diimbangi dengan investasi yang sama besarnya dalam pembangunan manusia.
Weriratan menjelaskan bahwa kehadiran Blok Masela diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. Aktivitas industri migas akan memicu peningkatan pembangunan fisik, bertambahnya jumlah penduduk, berkembangnya kawasan permukiman baru, meningkatnya kebutuhan tenaga kerja, tumbuhnya sektor jasa, perdagangan, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perubahan tersebut juga akan menghadirkan persaingan hidup yang semakin kompetitif.
Karena itu, ia mengingatkan bahwa generasi muda Tanimbar harus memiliki pola pikir yang terbuka, disiplin, kreatif, inovatif, serta mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, kualitas karakter, integritas, dan kemampuan profesional akan menjadi modal utama dalam menghadapi perubahan sosial dan ekonomi yang akan berlangsung seiring beroperasinya Blok Masela.
Selain itu, Weriratan berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga stabilitas daerah, memperkuat persatuan, serta memberikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang menjadi bagian dari tahapan pengembangan proyek tersebut. Ia menilai bahwa pembangunan yang berlangsung harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat lokal, kelestarian lingkungan hidup, serta memberikan manfaat yang berkeadilan bagi masyarakat adat dan seluruh warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk terus memperkuat program peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan vokasi, sertifikasi tenaga kerja, serta pengembangan kompetensi generasi muda agar mampu memenuhi kebutuhan industri energi di masa depan.
Menutup pernyataannya, Weriratan menyampaikan harapannya agar masyarakat Tanimbar memiliki kesadaran kolektif dalam menyambut perubahan besar yang akan terjadi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Blok Masela bukan hanya diukur dari besarnya investasi atau produksi gas yang dihasilkan, melainkan dari sejauh mana masyarakat Tanimbar mampu menjadi pelaku utama pembangunan dan menikmati manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
“Blok Masela adalah peluang emas bagi masa depan Tanimbar. Mari kita songsong kesempatan ini dengan mempersiapkan diri melalui pendidikan, peningkatan kompetensi, kerja keras, serta semangat membangun daerah. Masa depan Tanimbar berada di tangan generasi mudanya,” pungkas Weriratan.
(Randy Fenan)














